Minggu, 18 April 2010

SOP [Standart Operasional Prosedur] TUGAS 3

Standar Operasional Prosedur adalah pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja instasi pemerintah berdasarkan indikator indikator teknis, administrasif dan prosedural sesuai dengan tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja pada unit kerja yang bersangkutan.

Tujuan SOP adalah menciptakan komitment mengenai apa yang dikerjakan oleh satuan unit kerja instansi pemerintahan untuk mewujudkan good governance.

Dilihat dari fungsinya, SOP berfungsi :
1. membentuk sistem kerja & aliran kerja yang teratur, sistematis, dan dapat dipertanggungjawabkan
2. menggambarkan bagaimana tujuan pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan kebijakan dan peraturan yang berlaku
3. menjelaskan bagaimana proses pelaksanaan kegiatan berlangsung; sebagai sarana tata urutan dari pelaksanaan dan pengadministrasian pekerjaan harian sebagaimana metode yang ditetapkan
4. menjamin konsistensi dan proses kerja yang sistematik
5. menetapkan hubungan timbal balik antar Satuan Kerja.

Prinsip dasar yang perlu diperhatikan dalam penyusunan SOP adalah :
1. Penyusunan SOP harus mengacu pada SOTK, TUPOKSI, serta alur dokumen
2. Prosedur kerja menjadi tanggung jawab semua anggota organisasi
3. Fungsi dan aktivitas dikendalikan oleh prosedur, sehingga perlu dikembangkan diagram alur dari kegiatan organisasi;
4. SOP didasarkan atas kebijakan yang berlaku
5. SOP dikoordinasikan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan/penyimpangan
6. SOP tidak terlalu rinci
7. SOP dibuat sesederhana mungkin
8. SOP tidak tumpang tindih, bertentangan atau duplikasi dengan prosedur lain
9. SOP ditinjau ulang secara periodik dan dikembangkan sesuai kebutuhan.

>> Berikut ini adalah contoh SOP Bagian Gudang PT. Anaheim


Penjelasan :
1. Menerima kiriman bahan baku dari supplier beserta notanya.
2. Mengecek ulang bahan baku yang kita terima apakah sesuai dengan yang kita pesan.
3. Jika sudah sesuai dengan PPB (panitia penerimaan barang), maka kita melanjutkan membuat laporan hasil pengecekan bahan baku tersebut. Tetapi jika masih belum sesuai dengan PBB, maka kita melakukan permintaan pergantian barang yang sesuai dengan barang yang kita pesan.
4. Jika sudah selesai membuat laporan hasil pengecekan barang, maka kita memberikan laporan itu kepada manajer gudang.

Penutup
Berdasarkan pada uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa standar operasional prosedur sebagai alat penilaian kinerja berorientasi pada penilaian kinerja internal kelembagaan, terutama dalam hal kejelasan proses kerja di lingkungan organisasi termasuk kejelasan unit kerja yang bertanggungjawab, tercapainya kelancaran kegiatan operasional dan terwujudnya koordinasi, fasilitasi dan pengendalian yang meminimalisir tumpang tindih proses kegiatan di lingkungan sub-sub bagian dalam organisasi yang bersangkutan. Standar operasional prosedur berbeda dengan pengendalian program yang lebih diorientasikan pada penilaian pelaksanaan dan pencapaian outcome dari suatu program/kegiatan. Namun keduanya saling berkaitan karena standar operasional prosedur merupakan acuan bagi aparat dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya termasuk dalam pelaksanaan kegiatan program.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar